Mau Anak Anda Doyan Sayur? Stop Bilang Sayur Itu Sehat!Health31 Minute's ago

Mau Anak Anda Doyan Sayur? Stop Bilang Sayur Itu Sehat!

31 Minute’s ago by

Mau Anak Anda Doyan Sayur? Stop Bilang Sayur Itu Sehat!

Makan sayur sering dianggap sebagai hal yang menyiksa bagi beberapa anak, terutama balita atau anak usia prasekolah. Pada usia-usia ini, biasanya anak sudah bisa menawar dengan jelas tidak mau makan ini dan tidak mau makan itu. Tidak heran kalau orangtua bisa kehabisan akal untuk menyuruh anak makan sayur. Nah, sebenarnya masih ada cara yang bisa Anda lakukan selain memberi tahu anak kalau sayur itu sehat. Simak ulasannya berikut ini.

Kenapa banyak anak yang sejak kecil tidak suka sayur?

Dilansir dalam laman Daily UK, ternyata secara alamiah setiap manusia yang lahir memiliki penolakan tertentu terhadap tumbuhan sebagai insting untuk bertahan hidup

Penelitian dalam Infant Cognition Center di Yale University ini melibatkan 47 anak berusia 8-18 bulan. Psikolog meletakkan benda berbentuk yang sangat mirip dengan sayuran dan dua objek lainnya. Hasilnya, anak-anak dalam penelitian ini menunjukan keengganan mereka untuk menyentuh tumbuhan daripada objek lainnya.

Menurut Wertz dan Wynn selaku peneliti, insting untuk menjauhi diri dari tumbuhan muncul karena tumbuhan dianggap sebagai wujud yang menghasilkan toksin dan bisa mengancam nyawa. Karena itulah ketika mata manusia mengenali adanya tanaman, maka respon alamiahnya yaitu untuk menjauhi benda tersebut.

Jadi tidak heran jika pada awalnya, diperlukan usaha lebih untuk meyakinkan anak tentang sayuran dan mengubah perilakunya.

Gunakan kata yang tepat supaya anak doyan sayur

Orangtua bertanggung jawab untuk mengubah perilaku alamiah seorang anak terhadap sayur. Sayangnya, banyak orangtua yang mencoba membujuk putra dan putrinya untuk makan sayur dengan berkata bahwa, “Sayur itu sehat buat badanmu,”. 

Setiap kali orangtua mengatakan sesuatu mengenai makanan yang baik dan buruk, hal tersebut meninggalkan kesan tersendiri pada pikiran anak. Menyuruh anak makan sayur, melarang anak makan permen manis, mengatur makanan ini dan itu, serta perkataan lain yang secara tidak sadar memberatkan pikiran ternyata ada dampaknya dalam benak anak-anak.

Anak akan merasa kecil hati kalau tidak makan seperti apa yang dikatakan orangtuanya. Mereka juga akan merasa waswas ketika orangtua mereka tahu dirinya tidak suka makanan tertentu. Berbagai tuntutan tersebut lama-lama malah membuat tekanan berlebihan yang bisa membuat kebiasaan makan anak menjadi semakin buruk.

Karena itu, mengatakan harus makan sayur berulang ulang karena ini sehat bisa jadi justru membuat anak semakin ciut untuk makan sayur.

Stop katakan, “Kamu harus makan sayur karena sayur itu sehat!” pada anak

Mungkin menurut beberapa dari Anda ini adalah pilihan yang salah, tapi tunggu dulu.

Sejak kecil, anak diminta untuk makan sayur supaya jadi sehat ataupun kuat. Namun, sejak kecil anak belum memahami arti sehat yang sesungguhnya. Apa yang anak pahami adalah rasa dan wujud makanannya. Lalu ketika Anda membicarakan bahwa sayuran itu sehat, anak tidak bisa melihat manfaat dari sehat itu secara nyata. Anak justru akan merasa tidak yakin dengan apa yang dibicarakan bahwa sayur itu sehat.

Memaksakan anak Anda makan dengan iming-iming kesehatan tidak memberikan gambaran pada anak tentang makanan yang harus mereka makan. Anak tidak akan peduli dengan apa manfaatnya jika mereka sudah takut terhadap rasanya ataupun wujudnya. 

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan supaya anak doyan sayur?

Supaya anak doyan sayur, berikan gambaran rasa makanan yang bisa anak bayangkan. Ingat, anak akan berani mencoba hal-hal baru jika informasi yang didapatkannya itu cukup jelas. Orangtua tidak perlu mendeskripsikan apa saja bahan yang terdapat dalam suatu hidangan. Yang penting adalah deskripsikan hidangan tersebut sambil mengaitkannya dengan makanan yang pernah dicoba anak sebelumnya.

Contohnya, “Tumis jamur ini rasanya manis seperti makanan yang kemarin kamu makan, yang ada saus teriyakinya.” Hal ini lebih membantu anak daripada Anda mengatakan “Rasanya enak, kok”.

Cara mendeskripsikan ini mungkin terlihat sangat sepele, tapi kalimat seperti itu jadi lebih nyata dalam pikiran anak. Anak jadi berani untuk mencobanya atau bahkan mau menghabiskan satu porsi sayurannya sendiri.

The post Mau Anak Anda Doyan Sayur? Stop Bilang Sayur Itu Sehat! appeared first on Hello Sehat.

Sumber